BAB I
PENDAHULUAN
A.LATAR BELAKANG
Adapun yang melatar belakangi
dari penulisan makalah ini yaitu kami ingin mengetahui sejauh mana agama mempengaruhi kehidupan remaja saat ini.
Selain itu, untuk memenuhi tugas yang diberikan oleh dosen PKn sebagai bentuk
pembelajaran.
B.RUMUSAN MASALAH
Rumusan
masalah dari makalah ini yaitu sebagai berikut :
1.
Pengertian agama dan remaja ?
2.
Bagaimanakah pengaruh agama bagi remaja di era
global ?
3.
Apakah yang menyebabkan remaja sehingga remaja
jauh dari agama ?
4.
Bagaimanakah penanggulangan dari permasalahan
“agama dan remaja di era global” ?
C.TUJUAN
Adapun
tujuan yang ingin di capai dalam penulisan makalah ini yaitu sebagai berikut :
1.
Kita dapat mengetahui pengertian agama dan
remaja.
2.
Kita dapat mengetahui pengaruh agama bagi remaja
di era global.
3.
Kita dapat mengetahui apa yang menyebabkan remaja jauh dari agama.
4.
Kita
dapat mengetahui penanggulangan dari masalah agama dan remaja di era global.
BAB II
PEMBAHASAN
A.PENGERTIAN AGAMA
Secara etimologi
kata agama berasal dari bahasa Sansekerta, yang bersal dari akar kata gam artinya pergi. Kemudian akar kata gam
tersebut mendapat awalan a dan akhiran a maka terbentuklah kata
agama artinya jalan. Maksudnya, jalan untuk mencapai kebahagiaan. Di samping
itu ada pendapat yang menyatakan bahwa kata agama berasal dari bahasa
Sansekerta yang akar katanya adalah a dan gama. A artinya tidak dan gama artinya kacau. Jadi, agama
artiya tidak kacau atau teratur. Maksudnya, agama adalah peraturan yang dapat membebaskan
manusia dari kekacauan yang dihadapi dalam hidupnya, bahkan menjelang matinya.
Sedangkan
secara terminologi agama ialah suatu tata kepercayaan adanya yang Agung di luar
manusia, dan suatu tata penyembahan kepada yang Agung tersebut, serta suatu
tata kaidah yang mengatur hubungan manusia
dengan yang Agung, hubungan manusia dengan manusia dan hubungan manusia
dengan alam yang lain, sesuai dengan tata kepercayaan dan tata penyembahan
tersebut.
B.PENGERTIAN REMAJA
Remaja,
yang dalam bahasa aslinya disebut adolescence, berasal dari bahsa
latin adolescere yang artinya “tumbuh atau tumbuh untuk mencapai
kematangan”.
Perkembangan lebih lanjut, istilah adolescence sesungguhnya
memiliki arti yang luas, mencakup kematangan mental, emosional, social dan
fisik (Hurlock , 1991). Pandangan ini didukung oleh Piaget yang menyatakan
bahwa secara psikologis, remaja adalah suatu usia dimana individu menjadi
terintegrasi ked alam masyarakat dewasa, suatu usia dimana anak tidak merasa
bahwa dirinya berada dibawah tingkat orang yang lebih tua melainkan merasa sama
atau paling tidak sejajar. Selain itu sebagai pedoman umum untuk remaja dapat
digunakan batasan usia 11-24 tahun dan belum menikah.
C.PENGARUH AGAMA BAGI REMAJA DI ERA GLOBAL
Untuk
mengetahui apakah agama berpengaruh bagi remaja di era global kami mengadakan
penelitian dengan menggunakan metode angket dan wawancara. Beikut ini adalah
daftar pertanyaan yang kami sebarkan:
1.
Apakah anda menunaikan sholat 5 waktu secara
maksimal ?
a.
Ya b. Tidak
Alasan:
2.
Apakah anda lebih senang mendengarkan musik
daripada ceramah agama ?
a.
Ya b.
tidak
Alasan:
3.
Apakah anda menganggap pacaran itu adalah hal
yang wajar ?
a.
Ya b.
tidak
Alas an:
4.
Apakah anda mengikuti fashion yang sedang
nge-trend ?
a.
Ya b.
tidak
Alas an:
5.
Rukun
iman itu jumlahnya ada?
Jawab:
6.
Benarkah rukun islam itu ada 6?
Jawab:
7.
Siapakah nabi pertama dan terakhirnya yang
diutus oleh Allah swt?
Jawab:
8.
Siapakah tokoh idola anda dan mengapa?
Jawab:
Berikut ini hasil penelitian kami :
-
Jumlah angket yang disebar = 134 lembar
-
Jumlah angket yang kembali = 100 lembar
Dibawah ini tabel persentase (%) jawaban
dari kaum remaja berdasarkan pertanyaan diatas:
|
No.
|
Jawaban
|
No.
|
Jawaban
|
||
|
Ya
|
Tidak
|
|
Benar
|
Salah
|
|
|
1.
|
60%
|
40%
|
5.
|
97%
|
3%
|
|
2.
|
60%
|
40%
|
6.
|
91%
|
9%
|
|
3.
|
70%
|
30%
|
7.
|
84%
|
16%
|
|
4.
|
30%
|
70%
|
|||
Untuk pertanyaan nomor 8 berikut
hasilnya:
1.
Yang mengidolakan orang tua = 17%
2.
Yang mengidolakan Rasulullah SAW. = 27%
3.
Yang mengidolakan
artis/dai/pahlawan/motivator,dll = 46%
4.
Yang tidak memiliki idola = 10
Sedangkan wawancara, hasilnya sebagai berikut:
Diantara 100 orang yang menjawab angket tersebut hanya 27
orang yang bersedia untuk diwawancara dan 16 diantaranya menyatakan bahwa
pacaran itu hal yang wajar tetapi memiliki batasan-batasan tertentu.
Batasan-batasan yang dimaksud ialah perbuatan-perbuatan yang dapat merugikan
salah satu pihak. Beberapa orang diantaranya menjelaskan lebih spesifik bahwa
gaya pacaran yang wajar seperti:
-
Pegangan tangan
-
Tidak bermesraan di depan umum
-
Pacar dianggap sebagai tempat curhat dan berbagi
pendapat
-
Makan berdua
-
Jalan berdua, dan
-
Melakukan kegiatan positif seperti belajar
bareng
Selain itu hasil yang lebih miris kami dapatkan yaitu, 17 diantara mereka ada pula yang tidak menghafal atau pun masih
terbata-bata dalam mengucapkan rukun islam
dan rukun iman.
Berdasarkan
hasil penelitian tersebut kami menyimpulkan bahwa di era global agama tidak
berpengaruh secara signifikan dengan kehidupan remaja. Atau dengan kata lain,
remaja saat ini jauh dari agama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar